HISTORY

Gagasan beridirinya SMP Negeri 1 Lumajang terjadi pada bulan Nopember 1945. Ketika Bapak Poeger Kepala P P dan K Karesidenan Malang berkunjung ke Kabupaten Lumajang. tokoh-tokoh Pendidikan Kabupaten Lumajang mengusulkan supaya didirikan Sekolah Menengah Pertama. (SMP) di Kabupaten Lumajang. Tokoh-tokoh tersebut adalah  : Bapak Abubakar Kartowinoto, Bupati Lumajang Bapak Mahmud, Sekretaris Lumajang Bapak Mustamin Kusumodiwirjo, Pejabat School Opsiner Erste Ressort Bapak Admin Siswoprawirjo. Pejabat School Opsiner Twede Ressort Bapak Budijitno, Guru SD Citordiwangsan yang diperbantukan pada Kantor P P dan K Kabupaten Lumajang Ternyata usul ini diterima, karena adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) penting sekali, mengingat di Kabupaten Lumajang pada waktu itu hanya ada sekolah pertukangan saja. Setelah terbentuk panitia yang terdiri dari tokoh-tokoh tersebut di atas, dan sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah sekolah, maka dipilihlah gedung bekas sekolah Belanda Europesche Lagere School (ELS), yang terletak di sebelah barat Alun-alun sebagai gedung SMP. Tenaga Guru berasal dari Surabaya yang mengungsi ke Lumajang -ketika Surabaya pada waktu itu tidak aman karena serangan penjajah-. Sebagai Koordinator Penampungan guru pengungsi ini adalah Bapak Maruto. Persiapan telah dilaksanakan dengan seksama : Gedung telah tersedia Guru telah siap Murid telah terdaftar Maka panitia mengirimkan utusan ke Malang untuk menghadap Bapak Poeger Kepala P P dan K Karesidenan Malang.. Dan hasilnya sangat memuaskan. Beliau merestuinya, segala kebutuhan SMP,  misalnya : buku-buku dan sebagainya akan dicukupi. SMP 1 Lumajang resmi berdiri pada tanggal 17 Februari 1946 yang pada waktu itu mendapat dua macam sebutan, yaitu: Sekolah Menengah Pertama Karesidenan, karena pendirinya didukung oleh P P dan K karesidenan Malang Sekolah Menengah Pengungsian, karena guru-gurunya diambil dari tenaga pengungsi  Penjabat kepala sekolah pada waktu itu adalah almarhum Bapak R.M Soempenodan Bapak Sediarjo sebagai pembantunya, Sementara hanya ada dua orang tenaga guru saja, sehingga semua mata pelajaran diborongnya. Pada waktu itu ada dua kelas yaitu IA dan IB selanjutnya ada penambahan tenaga guru, yaitu : Bapak Sudjono dari Malang Bapak Durakim, mantan guru HIS dari Malang Bapak Djojo Soeseno Bapak Suhardjono Bapak Arumang Subekti  Bapak Sumantri Bapak Pramono  Bapak Irawan Djansen Bapak Sukandar Dalam perkembangannya pada tahun 1947, SMP 1 Lumajang telah diresmikan menjadi SMP Negeri. Pada tahun 1948, waktu Lumajang dikuasai Belanda, SMP mengalami peningkatan kelas, yaitu sampai tingkatan kelas IV. Para pelajar pada waktu itu bukan saja sebagai murid yang sibuk dengan mata pelajaran, tetapi juga turun tangan membantu perjuangan Bangsa Indonesia unfuk merebut kemerdekaan. SMP dipakai sebagai tempat penyelinapan anggota TRIP yang mencari informasi di kota, sehingga tidak sedikit pelajar SMP Lumajang ditangkap oleh IVG dan dijebloskan ke penjara, bahkan ada yang gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai penghubung. SMP Negeri 1 Lumajang pada waktu itu disebut sebagai SMP Perjuangan. Gedung SMP dahulu berbentuk huruf L yang terdiri dari lima kelas kemudian pada tahun 1948 bertambah empat kelas lagi yaitu sebelah utara sehingga berbentuk huruf U, Pada akhir tahun 1969, SMP dapat membangun ruangan di sebelah selatan, berkat kerja sama kepala sekolah dengan pengurus POMG dan pemerintah daerah. Bangunan tersebut terdiri dari sebuah ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha dan sebuah kelas, sehingga ruang kelas menjadi 9 buah. Murid yang banyak jasanya di SMP ini antara lain 1. Sabarusman (Putra Bapak Samirun) 2. Sultan (Keluarga Bapak Haji Kohar) yang berhasil menciptakan Mars PSM dibantu Bapak Sediarjo 3. Moch. Ilyas pencipta panji-panji PSM Perkembangan selanjutnya, pada tahun 1970 Bapak R.M. Soempeno (almarhum) menjalani masa pensiun dan digantikan oleh Bapak Oesman dari Bangkalan. Beliau berhasil menambah kelas sampai menjadi 12 ruang. Pada tahun 1976 SMP Negeri 1 Lumajang berhasil membangun sebuah Laboratorium dengan biaya Pelita dan 2 buah kamar mandi untuk murid. Pada tahun 1976, siswa kelas I, II, dan III berjumlah 16 kelas. sehingga terpaksa yang 4 kelas (kelas I) masuk sore karena ruangan belum ada. Atas kebijakan pemerintah dibangunlah kelas jauh SMP Negeri 1 Lumajang di Jalan Pelita II, kecamatan Sukodono pada tahun 1976. Sebelum bangunan SMP 1 Lumajang kelas jauh selesai, Bapak Oesman meninggalkan Jabatan Kepala SMP Negeri 1 Lumajang, menjadi Kepala SMP Negeri II Sidoarjo. Dan digantikan oleh Bapak Mashoed mulai tanggal 1 September 1977 pindahan dari Kepala SMP Negeri Kalibaru. Pada tahun 1977 kelas-kelas jauh SMP di Jalan Pelita II Lumajang mulai dipergunakan (Sekarang menjadi SMP Negeri 1 Sukodono). Pada tahun 1978 walaupun sudah diadakan penambahan kelas jauh, yaitu terdiri dari 10 ruangan, terpaksa masih ada murid yang masuk sore, karena SMP Negeri 1 Lumajang menerima pelimpahan murid dari SKKP yang diintegrasikan menjadi SMP. Pada tahun ajaran 1981/1982 dengan dibukanya sekolah unit baru, maka SMP 1 Lumajang dibebani tugas untuk mengelola SMP Senduro dan SMP Tekung. Dan keadaan seperti ini berjalan sampai tahun ajaran 1982/1983. Menjelang tahun ajaran 1983/1984 smp-smp yang mengelola tersebut harus dilepas dan ditetapkan untuk berdiri sendiri dengan pimpinan sekolah yang baru. Sedangkan SMP kelas jauh (filial) Jalan Pelita II Lumajang dimanunggalkan menjadi SMP 3 Lumajang (SMP Negeri 1 Sukodono) dan secara resmi sebagai kepala sekolah yaitu Bapak Masgoed mulai tanggal 6 Oktober 1983. Selanjutnya mulai saat itu pula Bapak kandar, BA ditetapkan menjadi Kepala SMP Negeri 1 Lumajang yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMP 2 Lumajang.  Perkembangan lebih lanjut pada tahun 1985/1986 SMP Negeri 1 Lumajang ditunjuk untuk mengelolah sekolah baru yaitu SMP Negeri 2 Sukodono dengan jumlah kelas 3 ruang dengan jumlah siswa 120 siswa. Sebelum bangunan selesai sementara kegiatan PBM khusus untuk SMP 2 Sukodono berlangsung siang/sore hari bertempat di SMP Negeri 1 Lumajang. dan tenaga pengajarnya serta kebutuhan lain dicukupi oleh SMP Negeri 1 Lumajang. Setelah bangunan  selesai seluruh kegiatan KBM diserahkan sepenuhnya kepada SMP Negeri 2 Sukodono. Sesuai perkembangan lebih lanjut SMP Negeri 1 Lumajang mengalami perkembangan yang pesat dan pergantian pimpinan dari : 1. Bapak Kandar BA (1983 s.d 1993) 2. Bapak Drs. Suhar (1993 s.d 1995) 3. Bapak Drs. Istijono (1995 s.d 1999) 4. Bapak Drs, Suwarn (1999 s.d 2000) 5. Bapak S u k r i (2000 s.d 2003) 6. Bapak Drs. Marsahid Suharjo, MM (2003 s.d 2005) 7. Bapak Drs. Agus Salim, M.Pd (2005 s.d 2016), 8. Bapak Yusuf Wijanarko, S.Pd, M.m  Berdasarkan SK Dirjen Nomor 327.a/e.e3/Kep/PP/2004 tanggal 15 Juli 2004, status SMP Negeri 1 Lumajang dinaikkan setingkat lebih tinggi sehingga menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Dengan demikian kualitas SMP dapat disejajarkan dengan SMP-SMP terbaik di Indonesia. Di bawah pimpinan Bapak Drs, Agus Salim, M.Pd beserta Bapak/Ibu Guru dan Staf TU SMP Negeri 1 Lumajang, ditetapkan menjadi Sekolah Unggulan Terpadu (SUT) pertama di Lumajang dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur (Drs, H. Imam Utomo) pada tanggal 16 Januari 2007.